Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts
Showing posts with label Tips Menulis. Show all posts

Tips membuat tulisan yang enak dibaca

Written By Admin on Wednesday, October 27, 2010 | 4:20 PM

Ketika menulis artikel, kita pasti berharap tulisan tersebut dapat dinikmati oleh orang lain. Oleh karena itu, kita harus membuat tulisan yang enak dibaca. Tulisan yang panjang dan bertele-tele akan membuat orang enggan membaca. Berikut ini beberapa tips agar tulisan kita enak dibaca:

1. Kalimat pendek. Usahakan untuk membuat kalimat yang tidak terlalu panjang. Satu subjek, 1 predikat dan satu objek. Terutama jika kita ingin menulis artikel opini untuk di kirim ke media masa. Minimalkan penggunaan kalimat majemuk. Penggunaan kalimat majemuk yang terlalu banyak akan membuat orang malas membaca. Jika kalimat terlalu panjang, sebaiknya dipotong. Jadikan kalimat baru.
2. Gunakan bahasa yang populer. Bahasa yang popular adalah bahasa yang sudah umum dipakai dimasyarakat. Penggunaan bahasa yang populer akan membuat tulisan kita enak dan mudah dibaca.
3. Perbanyak kalimat aktif. Kalimat aktif akan membuat tulisan kita terkesan hidup, dan akrab dengan pembaca. Sebaliknya, kalimat pasif akan membuat tulisan kita terkesan kaku dan kurang komunikatif.
4. Paragraf pendek. Paragraf pendek akan mempermudah pembaca dalam memahami topik bahasan. Paragraf yang terlalu panjang akan membuat orang bosan. Karena terlalu banyak fokus pembahasan dalam satu paragrap.
5. Fokus pada topik. Pembahasan yang fokus dan terarah akan membuat pembaca mudah memahami maksud yang kita sampaikan. Jangan menyisipkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan topik bahasan. Karena akan membuat pembahasan kita terkesan ngelantur.
6. Minimalkan penggunaan bahasa ilmiah. Penggunaan bahasa ilmiah yang terlalu banyak, akan membuat pembaca kesulitan memahami tulisan kita. Gunakan bahasa ilmiah seperlunya saja.
7. Tanda baca yang benar. Gunakan tanda baca yang benar. Tanda baca yang tidak tepat dapat merubah makna. Selain itu juga akan membuat pembaca tidak nyaman. Tulisan bagus, tapi tanda bacanya acak-acakan akan menurunkan kualitas tulisan.

Itulah beberapa tips membuat tulisan yang enak dibaca. Periksalah tulisan Anda. Apakah sesuai sudah enak dibaca atau belum. Jika belum, tak ada salahnya Anda mempraktekkan tips diatas. Selamat menulis!
4:20 PM | 0 comments | Read More

Kapan harus menulis

Kapan harus menulis? Apakah kita menulis hanya ketika ada ide, atau kita mempunyai jadwal tertentu untuk menulis? Tentunya kita pendapat yang berbeda-beda. Karena aktifitas dan kesibukan setiap orang juga berbeda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Menulis hanya ketika ada ide. Ketika ide sedang membanjiri otak kita, tentunya sangat mudah bagi kita untuk menuangkannya ke dalam tulisan. Tulisan kita menjadi wahana untuk mencurahkan segala inspirasi yang hinggap di otak kita.
• Kelebihan: Lebih mudah dalam menulis. Karena ide sudah menumpuk, jadi kita tinggal memindahkan ide tersebut ke dalam tulisan. Tidak lagi kebingungan mencari ide tulisan.
• Kekurangan: Ketika mengalami krisis ide, produktifitas menulis jadi berkurang. Seorang penulis harus mempunyai jam terbang yang tinggi. Jadi kita harus rajin mencari ide. Agar terus produktif dalam menulis.

2. Mempunyai jadwal tertentu untuk menulis. Membuat jadwal khusus untuk menulis akan membuat kita produktif menelurkan karya tulis. Misalnya, kita mempunyai jadwal setiap sore hari jam 3-5, atau malam jam 8-10 malam.
• Kelebihan: Produktif dalam menulis dan meningkatkan jam terbang. Produktifitas dan jam terbang sangat penting bagi seorang penulis. Semakin banyak karya tulis yang dihasulkan, maka kualitasnya juga akan semakin bagus. Selain itu, menulis pada waktu yang telah dijadwalkan, akan dihadapkan pada kebuntuan ide. Menulis ketika ada ide itu biasa. Namun menulis ketika sedang krisis ide, itu baru luar biasa!.
• Kekurangan: Mengalami kesulitan dalam menulis. Jadwal yang telah ditentukan, memaksa kita untuk menulis pada waktu waktu tersebut. Padahal ide tak selalu muncul saat itu. Bisa saja ide muncul pada saat kita sedang melakukan aktifitas lain. Oleh karena itu, setiap ide muncul, segera catat di secarik kertas atau handphone. Agar ide tersebut tidak lenyap begitu saja.
4:15 PM | 0 comments | Read More

Bagaimana memulai menulis

Menulis memang sesuatu yang tidak semua orang mau melakukannya. Bagi orang yang belum terbiasa, menulis dianggap sebagai sesuatu yang berat, sulit dan membosankan. Namun yakinlah, jika Anda sudah terbiasa, menulis adalah sesuatu yang mengasyikkan. Lalu bagaimana memulai membuat tulisan? Apakah harus belajar dulu tentang cara menulis? Atau kursus menulis? Berbagai pertanyaan muncul ketika kita hendak memulai menulis. Berikut ini beberaa tips bagaimana memulai menulis sebuah tulisan/artikel:

1. Menulis dengan membabi buta. Salah satu cara agar kita berani untuk memulai membuat tulisan adalah dengan cara "menulis secara membabi buta". Membabi buta disini tidak berarti kita menulis ngawur, hanya merangkai huruf tanpa makna. Bukan! Tapi maksudnya adalah menuliskan segala apa yang ada dikepala, saat Anda ingin membuat tulisan. Jangan menghiraukan disiplin tata bahasa yang rumit. Yang penting curahkan semua uneg-uneg Anda. Jangan mengedit tulisan sebelum Anda menyelesaikan tulisan tersebut.

2. Mulailah dengan menuliskan pengalaman dan pendapat pribadi. Ketika kita belum terbiasa menulis, pasti akan kesulitan membuat tulisan yang formal dan menyertakan berbagai kutipan sebagai referensi. Jangan memaksakan diri menulis dengan banyak referensi. Mulai saja dengan pengalaman dan pendapat pribadi. Dengan begitu, kita akan bebas mengungkapkan segala uneg-uneg kita. Pengalaman yang kita alami, bisa jadi inspirasi yang menarik. Dan kita tidak akan kesulitan menuliskannya. Karena kita sudah mengalaminya sendiri. Setelah terbiasa menulis, baru menulis dengan menyertakan referensi. Untuk memantapkan pendapat yang kita kemukakan.

3. Buat kalimat pembuka yang sederhana. Seorang penulis cenderung ingin memulai tulisannya dengan kata-kata yang memikat dan bombastis. Agar para pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca artikelnya. Namun bagi penulis pemula, hal ini justru akan menghambat produktifitas dalam menulis. Terlalu memikirkan kata-kata yang menarik sebagai kalimat pembuka, akhirnya ide-ide yang ada dalam kepala lenyap begitu saja, sebelum sempat dituliskan. Buat kalimat pembuka yang sederhana saja. Yang penting ide dalam kepala kita bisa tercurahkan dalam tulisan.

Itulah beberapa tips untuk memulai sebuah tulisan. Jadi, tunggun apa lagi? Ayo segera menulis!
4:11 PM | 0 comments | Read More

Tips menulis artikel opini untuk media massa

Written By Admin on Monday, October 18, 2010 | 12:56 PM

Ketika kita ingin mengirim artikel ke media masa, artikel yang kita kirim tidak boleh asal-asalan. Karena pasti akan ditolak. Tulisan yang bagus saja belum tentu diterima, apalagi tulisan yang acak-acakan. Berikut ini beberapa tips agar tulisan Anda dimuat di media seperti kompas, tempo, detik dll:

1. Topik atau tema yang diangkat harus aktual. Bagi media besar seperti kompas atau republika, waktu menjadi hal yang sangat penting. Berita yang disajikan adalah berita teraktual. Berita hari ini akan menjadi basi buat besok Oleh karena itu, jika ingin mengirimkan artikel opini ke media yang besar, pastikan bahwa topik atau tema yang kita angkat merupakan isu aktual yang masih hangat dibicarakan.

2. Argumen atau sudut pandang yang baru. Selain topik yang aktual, argumen atau sudut pandang merupakan hal yang penting. Walaupun topik yang kita angkat merupakan topik yang aktual, namun jika kita tidak memberikan argumen dan sudut pandang yang baru, kemungkinan besar artikel akan ditolak

3. Cara penyajian yang ringkas dan padat. Artikel untuk media masa berbeda dengan tulisan karya ilmiah. Tak perlu penjelasan berkepanjangan dan teori yang macam-macam. Cukup berikan satu atau dua teori dan berikan argumen yang ringkas dan mudah difahami. Jangan gunakan kalimat yang terlalu panjang. Lebih baik kalimatnya pendek-pendek.

4. Bahasa yang renyah, mudah dicerna, serta redaksi yang baik. Jangan menggunakan bahasa yang bertele-tele untuk menulis di media. Gunakan bahasa-bahasa yang populer. Jangan menggunakan istilah-istilah ilmiah yang sulit difahami. Selain itu, bagusnya redaksi juga sangat berperan. Pastikan tulisan menggunakan ejaan yang benar dan tanda baca yang tepat. Untuk memudahkan redaktur media mengedit tulisan kita. Bahasa yang berbelit-belit dan tanda baca yang acak-acakan, pasti langsung akan disingkirkan.

5. Gunakan sumber kutipan yang jelas. Jika mengutip pendapat atau perkataan seseorang, tulis dengan jelas. Kutipan argumen yang tidak jelas akan membuat pembahasan terkesan asal-asalan. Namun jangan terlalu banyak menggunakan kutipan. Karena akan terkesan kita hanya mengumpulkan pendapat dan argumen, tanpa disertai diskusi dan pembahasan. Gunakan kutipan secukupnya saja.

6. Alinea tidak terlalu panjang. Artikel yang dimuat di media, biasanya menggunakan alinea yang tak terlalu panjang. Jika alinea tulisan kita sudah agak panjang, sebaiknya buat alinea baru. Jangan teruskan menulis di alinea tersebut. Alinea yang terlalu panjang dan banyak pembahasan dalam satu alinea, akan membuat orang malas membacanya.

7. Panjang artikel antara 700-1000. Jangan mengirimkan tulisan yang terlalu panjang. Karena artikel yang dimuat di media masa biasanya hanya berkisar antara 700-1000 kata saja.
12:56 PM | 0 comments | Read More

Beberapa penyebab artikel tidak dimuat di media

Bagi Anda yang pernah mengirimkan artikel ke media, pasti pernah merasakan betapa pahitnya ketika artikel yang kita kirim tak kunjung dimuat. Banyak sekali orang yang mengirim artikel, sehingga persaingan pun sangat ketat. Belum tentu artikel yang bagus akan dimuat di media. Apalagi artikel yang kita kirim kurang bermutu atau tidak aktual. Kemungkinan besar pasti ditolak. Menurut seorang wartawan kompas, Pepih Nugraha, ada beberapa penyebab artikel ditolak oleh media:

1. Topik atau tema yang diangkat kurang aktual
2. Tidak memberikan argumen yang baru
3. Konteks pembahasan kurang jelas
4. Cakupan pembahasan terlalu kecil alias lokal
5. Cara penyajian berkepanjangan.
6. Bahasa yang digunakan bertele-tele.
7. Pengetikan acak-acakan dan penggunaan tanda baca yang semrawut
8. Menggunakan istilah-istilah yang sulit difahami.
9. Gaya bahasa yang digunakan mirip naskah pidato/ceramah/makalah
10. Sumber kutipan kurang jelas
11. Terlalu banyak kutipan
12. Diskusi kurang berimbang
13. Alur uraian kurang runtut.
14. Uraian terlalu datar.
15. Alinea pengetikan terlalu panjang

Itulah beberapa penyebab artikel opini yang dikirimkan ditolak oleh media. Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa selain itu ada hal-hal lain yang menjadi pertimbangan. Seperti penulis kurang terkenal, kurang rutin mengirimkan artikel dan tidak mempunyai kedekatan khusus dengan media terkait. Entah itu benar atau tidak, yang jelas itu merupakan rahasia perusahaan media-media tersebut. Yang jelas, jika kita menghindari hal-hal yang telah disebutkan diatas, sangat besar kans artikel kita akan diterima.

12:50 PM | 0 comments | Read More

Alamat email media cetak dan online nasional

Jika Anda ingin mengirimkan artikel opini ke media cetak maupun online, kirimkan melalui email media tersebut. Berikut beberapa alamat media cetak dan online nasional:







Kompas
• opini@kompas.com
• opini@kompas.co.id
• kompas@kompas.com

Detik
• redaksi@detik.com

Koran Tempo
• ndewanto@mail.tempo.co.id

Majalah Tempo
• hidayat@mail.tempo.co.id

Media Indonesia
• redaksi@mediaindonesia.co.id

Jawa Pos
• editor@jawapos.com
• editor@jawapos.co.id

Republika
• sekretariat@republika.co.id

Suara Pembaruan
• koransp@suarapembaruan.com
• opinisp@suarapembaruan.com

Sinar Harapan
• redaksi@sinarharapan.co.id
• info@sinarharapan.co.id

Suara Karya
• redaksi@suarakarya-online.com
12:48 PM | 0 comments | Read More

10 Tips Menulis Artikel

Written By Admin on Thursday, September 30, 2010 | 1:17 AM

Profesionalitas dan kualitas seorang blogger sangat ditentukan oleh tulisannya. Berikut ini beberapa tips untuk membuat artikel yang baik:

1. Carilah topik yang banyak dicari orang, namun jarang yang menulis tentang itu. Untuk mencari topik yang bagus, anda harus memperhatikan selera pasar, jangan hanya asal posting sesuai selera anda sendiri. Topik tersebut dapat anda cari secara online, entah di Google, Social Bookmarkings dll, atau dapat anda dapatkan dari media massa, seperti televisi, koran, majalah ataupun bisa juga dari buku, dan isu-isu aktual yang sedang terjadi.


2. Gunakan kreativitas sudut pandang anda. Yang dimaksud disini adalah, anda harus pandai-pandai mengangkat topik tulisan dari sudut pandang yang semenarik mungkin. Kreativitas ini sangat menentukan kualitas sebuah tulisan. Jika anda menggali sudut pandang lain dari sebuah topik, tidak ada salahnya anda menulis tentang topik yang sudah banyak diposting orang. Walaupun topiknya sama dengan blog lain, pengunjung akan suka mengunjungi blog anda, karena mendapatkan sesuatu yang baru, yangtidak didapat diblog lain.

3. Gunakan bahasa yang baik dan mudah difahami. Hindarilah menulis dengan kalimat yang terlalu bertele-tele, namun kurang bermakna. Para pembaca lebih menyukai tulisan yang singkat jelas dan padat.





4. Segera tulis ide yang muncul difikiran Anda. Ide-ide kreatif tidak selalu muncul ketika kita sedang mau menulis, acapkali ide tersebut muncul secara tiba-tiba, disaat kita melakukan aktifitas yang lain. Apabila anda menemukan ide kreatif, segera tulis ide tersebut, jangan biarkan ide tersebut melayang begitu saja. Jika memungkinkan, anda bisa menuliskannya dibuku, tapi kalau tidak anda bisa menuliskannya di selembar kertas ataupun di HP.


5. Jangan jadikan menulis sebagai beban. Jadikanlah aktifitas menulis sebagai suatu aktifitas yang menyenangkan. Jika anda masih merasa bahwa menulis adalah sesuatu yang berat, maka belajarlah untuk menikmati aktifitas menulis itu. Karena jika anda menulis dengan terpaksa, maka orang lain pun akan akan membaca tulisan anda dengan terpaksa!


6. Perbanyak membaca buku, koran, majalah dsb. Ini merupakan hal terpenting! Semakin banyak pengetahuan anda, maka akan semakin banyak tulisan yang bisa anda buat. Dengan membaca banyak buku, koran majalah dsb, anda bisa belajar banyak hal, sekaligus dapat mempelajari gaya penulisan dan tata bahasa yang baik

7. Banyak-banyaklah berlatih! Practice makes perfect, begitulah kira-kira peribahasanya. Sering-seringlah menulis, karena hanya dengan itu skil menulis anda akan semakin terasah.

8. Pilih topik yang sesuai dengan kemampuan anda! Apabila anda mempunyai keahlian di bidang makanan, maka jangan nekad menulis artikel tentang matematika. Selain anda akan kesulitan dalam menulis, juga sangat mungkin terjadi kesalahan, sehingga akan menyesatkan para pembaca.

9. Jangan takut dikritik! Punyailah hati seluas lautan, jangan mudah minder jika ada orang yang mengatakan bahwa tulisan anda jelek, bertele-tele dan sebagainya. Jadikan kritikan mereka sebagai pelecut semangat. Buktikan kepada mereka bahwa anda adalah seorang penulis yang HEBAT!!!

10. Jadilah dirimu sendiri, jangan mencoba untuk menjadi plagiator! Jangan sekali-kali mencoba untuk copy paste. Sama artinya anda membunuh karakter anda sendiri. Jika anda menemukan artikel yang bagus, jadikan itu sebagai referensi, bukan untuk dijiplak!


1:17 AM | 1 comments | Read More

Berjam-jam di depan komputer, tak menulis artikel satu pun

Written By Admin on Friday, September 10, 2010 | 3:51 AM

 Tips Mencari Ide

Pernahkah anda duduk di depan komputer anda selama berjam-jam, dengan niat mau update artikel di blog, namun kemudian anda baru sadar bahwa telah menghabiskan waktu dengan percuma? Jangan kawatir, saya pun seringmengalami hal seperti itu. Dan saya yakin ribuan blogger juga pernah mengalaminya. Seringkali, saat kita ingin menulis artikel, entah mangapa tak satupun ide yang nyangkut di otak. Alhasil, hanya browsing sana-sini yang kurang bermanfaat.

Untuk mengatasi kebuntuan ide semacam ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan,
Pertama, Istirahatlah. Kebuntuan ide acapkali disebabkan karena tubuh yang terlalu capek, atau kurang fit, sehingga menyebabkan otak kita pun tak bisa loading dengan cepat. Jadi sebaiknya anda istirahat sebentar, sekedar untuk mencari hawa segar di luar, minum kopi, atau merokok(kalau anda seorang perokok).

Kedua, Lakukan kunjungan ke blog lain. Jika cara pertama sudah anda lakukan, tapi ternyata ide tak juga ditemukan, cobalah untuk mengunjungi blog lai, baca artikel mereka dan berikan komentar anda. Dengan membaca artikel-artikel di berbagai blog, sangat besar kemungkinan akan memunculkan ide di benak anda.

Ketiga, Tulislah apa yang ada dibenak anda. Ketika otak kita lambat loading, disertai perasaan suntu,k jangan dipaksa untuk menulis artikel yang berat-berat. Cobalah untuk menuliskan apa yang ada di benak anda saat itu.
Selamat mencoba!
3:51 AM | 0 comments | Read More

Artikel bagus tapi pengunjungnya sedikit

Written By Admin on Thursday, September 2, 2010 | 12:23 AM

Dalam membangun sebuah blog, artikel menjadi hal yang paling penting. ”Posting is the power of blog”, posting adalah kekuatan utama dari sebuah blog. Lalu, bagaimana jika kita sudah membuat posting yang bagus-bagus, tapi pengunjung masih saja jarang? Meskipun artikel menjadi kekuatan utama, namun ada beberapa hal penting yang tak boleh diabaikan. Yaitu SEO dan marketing. Ibarat Anda mempunyai sebuah produk yang bagus, tapi Anda taruh di dalam kamar, maka takkan ada orang yang mengetahuinya. Jika Anda sudah posting artikel-artikel yang bagus, tapi jarang pengunjung yang mampir ke blog Anda, mungkin ada beberapa penyebabnya, diantaranya adalah:

1. Optimasi di search engine (SEO) kurang maksimal. Walaupun sistematika tulisan Anda sudah bagus, tapi tidak terlalu mengandung keyword, maka akan sulit nongol di posisi puncak di search engine.
Yang harus dilakukan:
  • Menaruh keyword pada postingan. Pastikan Anda menaruh kata kunci yang menjadi target Anda dalam setiap tulisan yang Anda buat.
  • Manfaatkan Social Media. Selain itu jangan lupa submit artikel Anda di social bookmarking, seperti digg.com, lintasberita dll. Anda juga dapat memanfaatkan sosial media seperti facebook dan twitter untuk mempromosikan tulisan Anda.

2. Topik tulisan Anda kurang diminati. Walaupun tulisan Anda bagus, dan bahasa yang Anda gunakan juga baik, namun jika topik tulisan Anda kurang diminati, tetap saja jarang pengunjung yang ingin membaca tulisan Anda. Ada dua hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini.
  • Tetaplah menulis dalam topik yang Anda kuasai, walaupun topik itu kurang diminati. Jika Anda menulis tentang topik yang Anda minati dan kuasai, maka kualitas tulisan Anda akan berkualitas. Dan Anda juga tidak cepat bosan menulis tentang topik itu. Walaupun pada awalnya topik tulisan Anda kurang diminati, namun percayalah bahwa suatu saat akan banyak orang yang ingin membaca tulisan Anda. Topik yang jarang diminati, biasanya persaingannya juga kecil. Jadi sangat besar kemungkinan Anda bisa menguasai persaingan tersebut.
  • Cobalah menulis tentang topik yang banyak disukai orang. Cara kedua adalah mengganti topik tulisan Anda. Jika Anda menulis tentang topik yang banyak disukai orang, maka kemungkinan besar banyak orang yang akan membacanya. Namun harus diingat, menulis tentang topik yang lagi trend, bukan berarti tanpa resiko dan tantangan. Karena topik tersebut belum tentu sesuai dengan kemampuan Anda. Akibatnya tulisan Anda kurang berkualitas, padahal persaingan pada topik tersebut sangat tinggi. Boleh saja Anda menulis tentang topik yang lagi trend, tapi pastikan Anda benar-benar mengerti tentang topik tersebut. Banyak-banyaklah membaca dan mencari informasi tentang topik tersebut. Agar tulisan Anda berkualitas.
12:23 AM | 0 comments | Read More

5 Tips membuat tulisan yang disukai banyak orang

Written By Admin on Sunday, August 15, 2010 | 12:41 AM

Tulisan yang banyak disukai orang, adalah tulisan yang mempunyai ’power’. Apa dan dari mana power itu muncul? Jika Anda mengamati buku-buku yang best seller, tidak selamanya buku-buku tersebut memiliki tata bahasa yang bagus, pembahasan yang luas dan banyak referensi. Acapkali buku best seller adalah buku yang menggunakan bahasa sederhana yang renyah dan enak untuk dibaca. Pembahasannya pun tidak terlalu mendalam tapi mengena. Untuk membuat tulisan seperti itu, ada baiknya Anda melakukan beberapa tips berikut ini:
  1. Menulislah dalam bidang yang Anda sukai dan kuasai. Setiap orang pasti mempunyai minat dan kegemaran/ hoby. Cobalah untuk fokus menulis dalam bidang yang Anda sukai. Walaupun Anda menguasai berbagai bidang, tidak disemua bidang Anda akan ’bersinar’. Temukan bidang yang Anda sukai dan kuasai. Karena dengan begitu, Anda akan enjoy dalam menulis, dan hasil tulisan Anda pun akan enak dibaca.
  2. Gunakan gaya bahasa Anda. Jangan terpaku pada sistematika penulisan yang terlalu formal. Karena justru akan membuat tulisan Anda susah difahami dan bertele-tele. Cobalah untuk menggunakan gaya bahasa Anda. Misalnya, jika Anda orang yang humoris, jangan sungkan untuk menyelipkan kata-kata humor dalam tulisan Anda. Dengan begitu akan membuat tulisan Anda ’hidup’. Gaya bahasa ini setiap orang bisa berbeda. Anda harus menemukan gaya bahasa terbaik yang Anda miliki.
  3. Buat artikel yang tidak terlalu panjang. Tulisan di buku dan tulisan di internet sangat berbeda. Biasanya pencari informasi di dunia online akan malas membaca tulisan yang terlalu panjang. Usahakan membuat artikel dengan panjang 300-500 kata. Ini adalah panjang tulisan yang ideal untuk dipublish di internet.
  4. Fokus pada satu topik. Dengan fokus pada satu topik, tulisan Anda akan enak dibaca. Hindari menggabungkan beberapa topik dalam satu artikel. Misalnya, Anda akan menulis dengan judul ”tips agar diterima Google Adsense”, tapi Anda menceritakan aktifitas Anda mulai dari bangun tidur sampai akhirnya Anda pergi ke warnet dan mendaftar ke Google Adsense. Hal ini akan membuat pembaca bosan membaca tulisan Anda.
  5. Jangan terkesan menggurui dan menghina. Jangan mengeluarkan ego dan kesombongan Anda dalam tulisan, sehingga akan terkesan menggurui pembaca dan menganggap pembaca adalah orang bodoh yang harus belajar kepada Anda. Tulisan yang baik adalah tulisan yang menempatkan pembaca sebagai raja.
12:41 AM | 0 comments | Read More

Mulailah menulis!

Written By Admin on Sunday, August 1, 2010 | 1:37 AM

Bagi seorang blogger pemula, kesulitan dalam menulis tentu menjadi kendala utama. Karena belum terbiasa, menulis seakan menjadi pekerjaan berat. Jika Anda mengalami masalah seperti ini, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memulai untuk menulis!. Lalu apa yang ditulis? Bagaimana sistematika penulisan? Topik apa yang sebaiknya saya tulis? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menghantui Anda.

Bagi penulis pemula, berbagai pertanyaan tersebut justru malah menghambat niat Anda untuk menulis. Yang harus Anda lakukan adalah menghilangkan segala pertanyaan-pertanyaan tersebut dari benak Anda. Cobalah untuk rileks, dan menulislah sekehendak hati Anda. Mulailah dengan topik yang menjadi kegemaran atau keahlian Anda. Pengalaman pribadi juga bisa menjadi inspirasi dalam menulis. Jangan terpaku pada sistematika penulisan yang rumit. Jika Anda merasa bahwa menulis dengan bahasa resmi itu sulit, maka menulislah dengan bahasa sehari-hari. Yang terpenting Anda dapat mengeluarkan ide, gagasan ataupun ilmu pengetahuan yang ada di otak Anda, menjadi sebuah tulisan.

Lakukan latihan menulis secara teratur. Jangan takut salah. Kalaupun salah, Anda tidak akan dipenjara!. Tanamkan itu dalam benak Anda. Semakin sering menulis, maka kemampuan Anda pun akan semakin meningkat. Seberapa pun Anda belajar tentang cara menulis yang baik, namun jika Anda tidak sering berlatih menulis, tetap saja Anda tidak bisa menulis. Sekali lagi saya tegaskan, menulislah! Dan terus menulis! Hanya dengan cara itu Anda bisa menjadi seorang penulis yang handal!.
1:37 AM | 0 comments | Read More

Kenapa harus menulis?

Bagi orang yang belum gemar menulis, mungkin akan bertanya dalam benaknya, kenapa saya harus menulis? Untuk apa saya menulis? Apa yang saya dapat dari aktifitas menulis? Saya kan bukan seorang penulis buku, ataupun wartawan media, jadi kenapa harus menulis? Berbagai pertanyaan itu sering muncul dalam benak kebanyakan orang.

Menulis bukan hanya aktivitas orang yang berprofesi tertentu, seperti jurnalis, penulis buku, novel, ataupun dosen. Siapa saja bisa menulis. Mulai dari anak SD sampai yang lulus S3. Banyak orang yang sukses karena tulisannya, walaupun ia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi. Karena menulis adalah hak setiap orang, maka menulislah. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa harus menulis:
  1. Menulis sebagai sarana untuk mengeluarkan ide dan gagasan. Setiap orang pasti punya ide dan gagasan dalam benaknya. Ide tersebut hanya akan menjadi angan-angan semu ketika ide tersebut hanya mengendap di otak kita. Kita tidak akan pernah tahu, ide itu baik atau buruk, bermanfaat atau tidak. Dengan menuangkan ide tersebut menjadi tulisan, maka akan banyak orang yang akan mengetahui ide dan gagasan kita. Banyak hal-hal besar yang terinspirasi dari tulisan.
  2. Menulis untuk mencurahkan segala perasaan. Kita dapat mencurahkan segala perasaan kita dalam bentuk tulisan. Baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Ketika kita menceritakan permasalahan ataupun kesedihan kita kepada orang, belum tentu orang akan mendengarkan kita. Mungkin saja mereka menganggap kita sedang mengeluh ataupun meratapi hidup. Namun jika perasaan tersebut kita tuangkan dalam bentuk tulisan, bisa berbentuk puisi, novel ataupun cerita pendek, maka akan banyak orang yang mau membacanya.
  3. Menulis sebagai media untuk meningkatkan intelektualitas dan aktualisasi diri. Menulis adalah media yang paling bagus untuk meningkatkan kemampuan intelektualitas. Membaca adalah proses menggali ilmu, namun menulis adalah proses menggali, mengembangkan dan menyebarkan ilmu. Terutama bagi Anda yang masih sekolah, kuliah atau menjadi pengajar, menulis tentu menjadi tuntutan. Mulai dari membuat makalah, karya ilmiah, skripsi, disertasi dll. Semakin banyak kita mengeksplorasi ilmu pengetahuan yang ada diotak kita maka akan semakin memantapkan intelektualitas kita.
  4. Menulis untuk mencari popularitas. Menulis juga bisa menjadi media untuk mencari ketenaran alias popularitas. Banyak orang yang tiba-tiba terkenal akibat tulisannya. Habiburrahman El-Syirazy misalnya, yang tiba-tiba ngetop lewat novelnya Ayat-ayat Cinta, ataupun Andrea hirata yang terkenal lewat novel Laskar Pelangi. Namun jangan menjadikan tulisan hanya sekedar untuk mencari popularitas semata. Karena tanpa disertai kualitas, popularitas tidak akan ada artinya. Bgi seorang penulis yang baik, popularitas hanyalah bonus, bukan tujuan. Karena manfaat dari tulisan tersebut jauh lebih bermakna dari sekedar popularitas.
  5. Menulis untuk menorehkan nama dalam sejarah. Dahulu, sebelum teknologi merebak seperti sekarang ini, tulisanlah yang menjadi media untuk menyampaikan segala sesuatu. Banyak orang yang besar karena tulisannya. Sebut saja Sayyid Quthub, ia menjalani sebagian besar hidupnya di dalam penjara. Ia dikucilkan dan disingkirkan. Namun setelah ia meninggal, ia menjadi tokoh yang sangat dikagumi karena buku tafsirnya, Tafsir fi dzilalil Qur’an. Ini menjadi contoh bagi kita semua. Jika kita ingin menorehkan nama kita dalam sejarah, dan nama kita harum sepanjang masa, maka menulislah jawabannya.
  6. Menulis untuk menyampaikan aspirasi. Sebagai masyarakat biasa, terkadang menyampaikan aspirasi sangat sulit. Misalnya kita tidak setuju dengan kebijakan pemerintah yang dinilai menyengsarakan rakyat. Jika kita hanya membicarakan aspirasi kita dengan tetangga, maka pemerintah tidak akan pernah mendengarnya. Namun jika kita menuliskan aspirasi dan mengirimkannya ke media cetak, ataupun kita membuat sebuah buku, maka aspirasi tersebut akan segera didengar oleh pemerintah.
  7. Menulis untuk mencari uang. Banyak cara yang dapat kita lakukan agar kita mendapatkan keuntungan finansial dari aktifitas menulis. Misalnya kita bisa menjadi jurnalis, wartawan, penulis buku, novel dsb. Banyak pekerjaan yang membutuhkan aktifitas tulis menulis. Di dunia online, blog menjadi media yang paling digemari untuk menulis dan mencari uang. Banyak blogger yang berpenghasilan lumayan dari blognya.
1:33 AM | 0 comments | Read More
Grab this Widget ~ Blogger Accessories